Wednesday, March 25, 2015

Mungkinkah Indonesia Menghadirkan Saint Seiya Online?

Hallo Gamers! Saint Seiya atau yang biasa di sebut dengan “Kesatria-Kesatria Zodiak” kali pertama muncul di Indonesia dalam Anime Saint Seiya yang disiarkan oleh stasiun televise TVRI Yogyakarta pada tahun 1987 hingga 1990, dan pada TVRI Pusat Jakarta pada tahun 1988 sampai 1991. RCTI pada akhir1991 sampai Medio 1995 dan Indosiar pada 2001-2002 dan Medio 2005 hingga akhir 2005 serta Juli 2013 untuk paket tayangan Ramadhan Penuh Berkah, dan manga-nya masuk ke Indonesia melalui Rajawali Grafiti yang juga dikenal dengan judul Ksatria Zodiak.

Anime Saint Seiya juga disiarkan di Amerika Utara “Cartoon Network” dan telah di sunting untuk tayangan televisi dengan judul Knights of The ZodiacAnime ini cukup sukses tayang di negara lain. Seperti di Brasil, Saint Seiya sempat di ubah judul menjadi Os Cavalerios do Zodiacopertama kali mengudara pada tahun 1994 dan telah sukses mengubah pandangan animasi di Brasil. Hal ini juga terjadi di Amerika Latin, (Meksiko dan Argentina).
Manga Saint Seiya mula-mula dirilis oleh Shueisha dalam majalah Weekly Shōnen Jump dari Januari 1986 ke Desember 1990. Ia menceritakan tentang lima pendekar yang diberi julukan “Saint” dan memiliki kekuatan berdasar pada pelindung tubuh (armor) yang disebut “Cloth”, yang berasal dari Rasi Bintang masing-masing pemiliknya. Setiap Saint memiliki kekuatan khusus yang disebut “Cosmo”. Mereka diberi tugas untuk melindungi Saori Kido, reinkarnasi dari Dewi Athena (Dewi perang dan kebijakan). Saori dulunya berada di Sanctuary, tempat para Saint yang mengabdi pada Athena. Tetapi, salah satu Saint berkhianat dan memperdaya Saint lain untuk membunuh bayi Saori.


Hingga saat ini, Saint Seiya masih sangat di kenal oleh para pengemarnya di Indonesia, bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang memanfaatkan ketenaran Saint Seiya untuk berlakon sebagai Tokoh dari Saint Seiya sebagai Cosplayer.
Saint Seiya yang telah mendunia di era tahun 80-90an,  kian mengobati rasa rindu dari para penggemarnya dengan hadir kembali di Bioskop Indonesia (BlitzmegaplexSaint Seiya The Movie – Legend of Sanctuary film animasi 3D” pada, Selasa 11 November 2014 tahun lalu. Well,terobati sudah kerinduan dari para pecinta Saint Seiya selama ini atas hadirnya Saint Seiya di layar lebar Indonesia.
Trailler Movie
Namun, ada pula gosip yang marak dikalangan gamers Indonesia yang tentu saja agak menambah rasa penasaran dari para pecinta Saint Seiya yakni “Akan hadir kembali di Indonesia dalam bentukGame Saint Seiya Online”.
Berdasarkan hasil dari penelusuran Tim Redaksi kami, tim berhasil mendapatkan sedikit informasi bahwa Game Saint Seiya telah terlebih dahulu di rilis di berbagai Negara, Online China – 2013TaiwanThailand dan Malaysia pada tahun 2014 sebagai Game Online ber-genre MMORPG.
Dengan adanya informasi diatas, tentu akan sangat menguatkan gosip yang sudah beredar saat ini jika memang benar adanya, Saint Seiya akan dihadirkan ke Indonesia dalam bentuk Game Online – MMORPG.
Yang sudah kita sama ketahui, Industri Game di Tanah Air memang sedang berkembang, dan berbagai jenis game pun kian menjamur. “Web Game MMORPG, FPS, Side Scrolling,  Mobile Game, Turnbase MMORPG dan lain-lain”.
Tidak hanya melibatkan Publisher lokal saja, Publisher luar pun kian ikut serta dalam memenuhi kebutuhan para Gamers di Tanah Air. Naaah, yang jadi sedikit agak kontrovensial, Publisher Indonesia mana yang berhasil mewujutkan gosip ini menjadi kenyataan? Secara banyak lohPublisher Indonesia yang sangatlah berpotensi dalam menjadi Publisher Official untuk Game Saint Seiya.
Hingga berita ini dimuat di Gamerbanget, TiM Redaksi masih terus mengumpulkan informasi terkait dengan adanya gosip yang beredar tentang Saint Seiya Online Indonesia.


#SaintSeiya #GameOnline #MMORPG #SaintSeiyaOnline #SaintSeiyaOnlineIndonesia #GameIndonesia

Tuesday, March 17, 2015

[Update] Swordsman Online – SneakPeek 3: Gilded Wasteland – Environments

Hallo Gamers! Swordsmania, tidak lama lagi Gilded Wasteland akan keluar di dunia Jiang Hu! Pasti pada tidak sabar, kan? Nah, mimin sudah kasih bocoran tentang fitur-fitur yang akan di update. Tapi itu masih belum semua, lho.. Sekarang mimin mau membahas tentang wilayah-wilayah yang ada di dalam Gilded Wasteland.
Seperti wilayah-wilayah yang sudah ada di World MapGilded Wasteland ini juga dibagi menjadi beberapa daerah, ada Shadow Mountain Plains, Ping Ling, dan Dukhan.

Shadow Mountain Plains
Ini adalah kota yang terdapat padang rumput hijau dengan kastil indah di atas bukit, jembatan yang berada diatas sungai dengan air yang jernih, dan juga tenda-tenda bekas para tentara berperang.
0bfd54e5838f98ea6722ce2d1604f9241412982999 64bbf63bcfac8249973b35978dbc6cc41412983002 9100b66721c6db79d49019a5231512311412982994 b91f65b6c0b0be9350347c1a9263fff11412982990

Ping Ling
Ping Ling adalah sebuah kota yang bernuansa tropis. Sebuah kota yang sangat indah ketika malam tiba.
8b60c066088986d61c392754780835f91412982532
 Unnamed QQ Screenshot20150311113845


Dukhan
Nah disinilah Swordsmania bisa merasakan padang gurun di dalam Swordsman Online Indonesia. Padang gurun yang panas saat siang dan dingin saat malam. Kalian bisa melihat bintang dan bulan saat malam tiba. Disini tidak hanya padang gurun, tapi terdapat kota juga yang berada di bukit-bukit.
4e6548d18af3a1274883677a8b88e0f21412982436 787e01dadb94f03a7a5da57028b89c3d1412982433
 a42e646be834112d98955e47d730a3341412982419 
e867e8b42a3d617f80c8e2d62c0c4e671412982426
Bagaimana, Swordsmania? Indah sekali kan daerah-daerah baru di Swordsman Online Indonesia? So tunggu apa lagi!! Ayo Like Fanpage Official Swordsman Online Indonesia dan Join Group Official kita!

Official Link Swordsman



Source: 

#Swordsman #GameOnline #Update #Gamers #PerfectGame #GameOnlineIndonesia #SwordsmanOnlineIndonesia

Tuesday, January 6, 2015

Kemenhub Jangan Hanya Salahkan AirAsia

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempunyai sedikit rasa empati atas tragedi AirAsia QZ 8501, bukan malah memperkeruh keadaan dengan mempersoalkan izin terbang maskapai asal Malaysia itu.
"Harusnya Kemenhub harus empati dalam masa berkabung AirAsia dan Kemenhub fokus melakukan perbantuan pencarian black box (kotak hitam) dan evakuasi korban," kata Yudi dalam keterangannya, Selasa (6/1/2014).
Saat disinggung soal pembekuan izin AirAsia, DPR menilai maskapai penerbangan tidak dalam posisi salah, dan Kemenhub harusnya juga objektif dalam mengeluarkan keputusan untuk membekukan suatu rute penerbangan.
"Saat libur natal tahun baru banyak extra flight yang sudah direncanakan maskapai dan ini dimanfaatkan benar oleh maskapai. Kalau itu extra flight izin harus segera diterbitkan. Kalau tidak, masyarakat bisa marah-marah di bandara bukan malah menghambat atau memperlambat," terangnya.
Politisi PKS ini meyakini, penerbangan AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura terbang dalam keadaan berizin dan ada SLOT. Menurutnya, tidak adil bila hanya AirAsia yang dijatuhi sanksi berupa pembekuan izin terbang tersebut.
"Seharusnya Kemenhub cari solusi bukan permasalahan baru di kala sedang ada musibah ini. Kalau seperti ini masyarakat lagi yang dirugikan," tutup Yudi.

DPR : Ijin Terbang Maskapai Lintas Negara Ditandatangani Langsung oleh Menhub


DPR : Ijin Terbang Maskapai Lintas Negara Ditandatangani Langsung oleh Menhub
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan. 

JAKARTA - Legal atau ilegalnya penerbangan Air Asia QZ 8501 yang memang hingga kini belum dibuktikan. Namun anggota Komisi VI DPR RI bidang perlindungan konsumen Bambang Haryo menegaskan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan justru yang harus bertanggung jawab atas musibah jatuhya pesawat itu. 

Alasan Bambang Haryo, saat itu yang berhak memberikan kelaikan dan ijin terbang lintas negara untuk maskapai penerbangan hanyalah Menteri Perhubungan.

"Menhub yang harus bertanggung jawab. Kelaikan terbang apalagi lintas negara, itu atas ijin dan tanda tangan Menhub langsung," tegas Bambang Haryo kepada wartawan di gedung DPR Jakarta, Selasa (6/1). 
Bambang Haryo menerangkan, bahwa pihak maskapai tidak bisa disalahkan, karena bersifat pasif.

Sementara Menhub sifatnya aktif dalam memberikan ijinnya sesuai dengan UU No. 1 tahun 2009 pasal 122 (ayat 2)  tentang penerbangan disebutkan bahwa jaringan dan rute penerbangan luar negeri ditetapkan oleh Menteri Perhubungan berdasarkan perjanjian angkutan antar negara.

"Undang-undang itu'kan sudah jelas. Kementrian Perhubungan yang perlu diinvestigasi dan dilakukan penyidikan," lanjut Bambang. 

Dengan peristiwa Air Asia yang sudah terjadi, menurut Bambang, pembekuan rute Surabaya-Singapura  bukanlah solusi yang bagus, namun justru Kementerian Perhubungan telah melakukan pelanggaran UU Nomor 8 (ayat 1) Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen jika dilihat dari  kenyamanan dalam ketersediaan angkutan untuk masyarakat. "Masyarakat jadi tidak nyaman untuk mencari transportasi," pungkasnya.

Izin Rute AirAsia Dibekukan, Maskapai Tak Sepenuhnya Salah




Jakarta
: DPR menilai maskapai penerbangan tidak sepenuhnya salah terkait dengan izin terbang yang digunakan oleh suatu maskapai. Hal tersebut terkait dengan pembekuan terhadap rute Surabaya-Singapura AirAsia yang tak ada jadwal terbang pada hari Senin.

Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana, menyampaikan seharusnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersikap obyektif dalam membekukan suatu rute penerbangan.

Yudi mengatakan, DPR RI mendapati ada 308 ekstra penerbangan sehingga hal ini menjadikan celah adanya dugaan permainan yang dilakukan oleh pihak Kemenhub, di mana tanggung jawab ada di Otoritas Bandara dan Ditjen Perhubungan Udara.

"Kalau itu extra flight izin harus segera diterbitkan. Kalau tidak masyarakat bisa marah-marah di bandara bukan malah menghambat atau memperlambat," tegas dia.

Yudi pun mengakui wajar bila Kemenhub mengakui adanya permainan izin yang dilakukan maskapai lain, karena praktek ini dinilai sudah menjadi kebiasaan di regulator penerbangan Indonesia.

Dia mengatakan, proses perizinan tersebut sudah berjalan. Dia memprediksi karena lambat turunnya izin atau tertunda, sehingga menjadi modus mafia perizinan di Kemenhub.

"Kalau hanya AirAsia saja yang dibekukan, saya rasa ini tidak adil. Saya yakin mereka (AirAsia) jalankan tapi lambat di pihak Kemenhub," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menjelaskan mengenai pembekuan rute penerbangan Surabaya-Singapura berkode QZ8501 milik AirAsia. Jonan mengatakan jika ada pihak tertentu, yang memberikan izin AirAsia QZ8501 untuk terbang.

Menurut Jonan, pesawat tersebut bisa terbang jika ada yang memberi izin. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan sementara rute AirAsia untuk penerbangan ke Surabaya-Singapura, begitu pun sebaliknya.

Jonan saat ini sedang menyelidiki adanya kemungkinan keterlibatan orang Kementerian Perhubungan. "Kita lagi selidiki, tapi selama sampai sekarang yang saya, tidak pernah keluar izin dari sini (Kementerian Perhubungan)" lanjutnya.

Berdasarkan evaluasi, tambah Jonan, SLOT penerbangan hari Minggu yang ternyata tidak ada tersebut digunakan untuk periode 26 Oktober 2014 sampai 27 Januari 2015. 

Pakar Hukum Pidana: Rute AirAsia Tanggung Jawab Kemenhub


Pakar Hukum Pidana: Rute AirAsia Tanggung Jawab Kemenhub
Pesawat AirAsia Indonesia menghantam badai 
JAKARTA - Pembekuan jalur penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura terus diperdebatkan. Banyak pihak mempertentangkan legalitas rute tersebut.

Namun menurut Pakar Hukum Pidana dari Universitas 17 Agustus (UNTAG) Surabaya Kris Laga Kleden, terlepas legal atau tidak, otoritas bandara dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merupakan pihak yang harus bertanggung jawab.

"Kalau Kemenhub menyatakan AirAsia tidak memiliki izin terbang, kenapa waktu itu bisa terbang? Berarti inikan pihak bandara mengizinkan terbang," ujar Kleden, dalam keterangan persnya, Selasa (6/1/2015).

Menurutnya, otoritas bandara dan Kemenhub punya keterkaitan dalam urusan penerbangan. Kalau pesawat AirAsia diizinkan terbang oleh otoritas bandara ataupun Kemenhub, ini bisa disebut sebagai kelalaian karena menyebabkan kematian.

"Kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia, itu bisa dipidana," lanjutnya.

Pihak AirAsia, jika dalam penyelidikan terbukti tidak ada rute pada hari itu, memang bisa disalahkan. Namun, dalam hal ini yang paling bertanggung jawab adalah Kemenhub dan otoritas yang menyebabkan AirAsia ini terbang di rute tersebut.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Mabes Polri harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap izin terbang pesawat AirAsia QZ8501.

Kemenhub Bekukan Rute AirAsia, Polri Diminta Lakukan Penyidikan


JAKARTA – Keputusan kementerian Perhubungan untuk membekukan sementara jalur penerbangan maskapai AirAsia dengan rute Surabaya-Singapura terus menuai pro-kontra.
Pakar hukum pidana dari Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya Kris Laga Kleden mengatakan, otoritas bandara dan Kementerian Perhubungan yang harus bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu.
Menurutnya, penyidik Mabes Polri juga harus turun tangan untuk melakukan pengusutan terhadap izin terbang pesawat AirAsia QZ8501 itu.
"Kalau Kemenhub menyatakan AirAsia tidak memiliki izin terbang, kenapa waktu itu bisa terbang. Berarti ini kan pihak Bandara Juanda Surabaya yang memberikan izin terbang," kata Kleden dalam keterangan yang diterima, Selasa (6/1/2015).
Dirinya menilai otoritas Bandara (Angkasa Pura I) maupun Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub sangat memiliki peranan dalam masalah penerbangan. Apalagi dalam jadwal penerbangan pesawat komersial, yang mana ada ratusan penumpang yang harus mengikuti prosedur resmi di bandara mulai dari check-in penerbangan, boarding pass, hingga naik ke pesawat harus di bawah pengawasan bandara, dalam hal ini Angkasa Pura.   
"Ini artinya, kalau pesawat AirAsia diizinkan terbang oleh otoritas bandara maupun Kemenhub, berarti sama saja sebagai kelalaian berat karena menyebabkan kematian ratusan orang. Kelalaian ini bisa dijerat pasal pidana," katanya.
Sementara untuk pihak AirAsia sendiri, kata Kleden jika memang terbukti tidak ada rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu (28/12) itu tetap bisa disalahkan. Namun, dalam hal ini yang paling bertanggung jawab adalah Kemenhub dan otoritas bandara yang membiarkan pesawat AirAsia OZ8501 itu terbang.
"Karena itu Mabes Polri harus segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh," katanya.
Sementara itu, General Manager Angkasa Pura I Trikora Harjo mengatakan bahwa Bandara Juanda tidak ada kewenangan memberikan izin terbang. Pihak bandara hanya sebatas memberikan fasilitas tempat. Mengenai pemberian izin terbang, menurut Trikora adalah wewenang dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.