Thursday, July 24, 2014

Microsoft Akan Gabungkan Semua OS Mereka Dalam 1 Windows!

Baru-baru saja CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan kalau mereka akan menggabungkan semua versi Windows menjadi 1 sistem operasi. Nadella sendiri selain mengumumkan hal tersebut, ia juga mengatakan kalau project ini juga sudah dijalankan.

Microsoft Akan Gabungkan Semua OS Mereka Dalam 1 Windows!

“Dulu kami punya beberapa tim yang mengerjakan versi-versi berbeda dari Windows. Sekarang kami punya satu tim dengan arsitektur yang sama. Ini memungkinkan kamu menskalakan, menciptakan Universal Windows Apps,” kata Nadella seperti dilansir the inquirer via pcplus. Kendati versi-versi terpisah dari Windows akan tetap ada. Platform Universal Apps akan berarti bahwa semua perangkat, tak peduli ukuran fisik dan ukuran layarnya, akan mampu menjalankan program dan apps yang sama. Jadi nantinya kamu akan bisa menjalankan app yang diambil dari Windows store dengan mouse dan keyboard pada desktop. App yang sama juga bisa dijalankan dengan sentuhan jari di perangkat mobile.


Semua infrastruktur itu nanti akan datang secara bersamaan dengan Windows 9 yang rencananya akan dirilis pada tahun 2015. Itu semua telah mencakup Windows Phone, Windows RT dan Windows with Bing yang menurut Nadella sendiri akan hadir seperti yang telah dijadwalkan pada akhir tahun 2014 ini.

Microsoft sendiri saat ini sedang berpikir bagaimana agar bisa mengembalikan dominasi sistem operasi mereka. Seperti yang kita ketahui sekarang ini, Windows 8 memang kurang mendapatkan tanggapan positif jika dibandingkan dengan Windows 7. Pasar yang hanya 15% tentu sangat berbanding jauh sekali jika dibandingkan dengan Windows 7 yang mendapatkan pasar lebih dari 50%. Padahal seperti yang diketahui, pesaing Windows seperti Ubuntu Linux justru sudah menguasai pasar sebesar 95% untuk perangkat mobile dan dekstop code

Wednesday, July 23, 2014

Penjualan Xbox One Berangsur Baik Tanpa Kinect

Tidak dipungkiri memang konsol next gen Microsoft Xbox One mengalami penjualan yang sangat lesu. Jika dibandingkan dengan konsol PS4, para gamers lebih memilih konsol tersebut karena disamping harganya yang lebih murah (bisa dibeli tanpa bundle PS Camera), PS4 mempunyai sistem dan user interface yang simpel. Microsoft sempat putus asa karena hal ini dana akhirnya mereka memutuskan menjualnya tanpa Kinect.
Penjualan Xbox One Berangsur Baik Tanpa Kinect
Hasilnya luar biasa. Keputusan pelepasan penjualan konsol yang saat ini tidak lagi mewajibkan para pembeli membeli dengan Kinect menambah laris penjualan Xbox One.
Dilansir dari IGN, EB Games Australia mengatakan bahwa pada Juni atau bulan lalu, Xbox One mengalami peningkatan penjualan. Meskipun saat ini gamers memang lebih tetap memilih membeli Bundling Xbox One dengan kinect, perlahan tapi pasti peminat konsol tersebut yang mempunyai bajet dibawah membelinya tanpa bundling Kinect.
Sampai saat ini pun Xbox One masih digemari karena bundlingnya dengan Kinect. Masyarkat merasa bahwa Xbox One dan Kinect sudah menjadi satu layaknya nyawa dan tubuh manusia. Sebagian gamer diberitakan kesal karena raksasa software ini menurunkan harga Xbox One dengan menanggalkan fitur canggih Kinect dalam paket penjualan. Mulai 9 Juni 2014, Xbox One di Inggris akan dibanderol dengan harga mulai 399 sampai 350 poundsterling. Meskipun demikian, Microsoft masih menyediakan versi Xbox One dengan Kinect. Hanya saja, penggemar khawatir apabila developer tidak lagi memprioritaskan penggunaan Kinect dalam permainan Xbox One.
Lebih lanjut ia mengatakan, Xbox One original dengan Kinect masih menjadi pilihan yang pertama untuk konsumen. "Kami berharap tren ini untuk tumbuh karena teknologi Kinect melanjutkan untuk berevolusi dan fitur baru yang ditambahkan pada layanan," tambahnya.

Tuesday, July 22, 2014

Grand Final The International 4 Tahun Ini Paling Membosankan?

Event super besar The International 4 telah resmi berakhir, tapi pembicaraan seputar event tersebut masih terus hangat dibicarakan. Event yang sudah melangkah ketingkat selanjutnya (next level) karena hadiahnya yang amat terangat besar ini nampaknya tidak berjalan sesuai harapan para fans. Sebagian besar para fans, penonton ternyata berpendapat bahwa Grand Final TI4 membosankan!
Grand Final The International 4 Tahun Ini Paling Membosankan?
Grand Final yang menempatkan 2 tim asal Cina untuk bertanding Vici Gaming Vs Newbee ternyata dinilai sangat membosankan, berbeda dengan The International tahun-tahun lalu. Lalu apa yang menyebabkan hal ini?
Ada beberapa faktor yang membuat pertandingan Grand Final mengecewakan para penonton baik yang langsung hadir di KeyArena, Seattle maupun para penonton yang melakukan streaming:

1. Pertandingan antara tim Satu Negara.
Ibarat pada turnamen bergensi pertandingan bulu tangkis, jika babak final kita melihat antara tim satu bangsa melawan satu bangsa tentunya sudah bisa ditentukan pemenangnya. Tidak ada lagi ketegangan antar negara yang dibawa pada pertandingan tersebut. Jika A menang yasudah B pun yang menang yasudah karena mereka sama-sama berasal dari negara yang sama. Berbeda jika pertarungan antara tim negara A melawan negara B. Tentu saja Euforia dan nama negara yang dibawa pun terasa lebih membanggakan.

2. Semua tentang uang uang uang.
Siapa yang tidak ngiler melihat hadiah uang yang ditawarkan pada turnamen The International 4 tahun ini? $10 juta! Bayangkan cuma bermain game nasib seseorang bisa berubah menjadi miliader muda! Juara pertama tahun ini saja mendapat $5 juta dimana setiap player mendapat $1 juta atau setara dengan (Rp. 11 miliar). Pertarungan Grand Final ini bukan lagi tentang menghibur penonton dengan pertandingan yang seru tapi siapa yang pantas mendapatkan hadiah tersebut. Jadi mereka tidak lagi memikirkan pertandingan yang seru dan ada drama-drama menegangkan seperti Ti3 Alliance Vs Na`Vi. 

3. Tersingkirnya tim-tim juara
Tampaknya Ti4 menjadi kutukan bagi tim-tim juara yang pernah memegang piala bergensi Aegis Champion. NaVi, Alliance, IG juara Ti1, Ti2, Ti3, semua tersingkir. Alliance sendiri tersingkir pada babak playoff phase 2, sedangkan Navi dan IG tereliminasi pada main event. 

4. Waktu pertandingan yang sangat singkat
Balik lagi ke poin nomor 2 dimana para tim tergoda pada hadiah utama 5 juta dollar. Tentu saja mereka tidak akan menghiraukan bagaimana pertandingan akan berlangsung. Pada babak Grand Final antara VG Vs Newbee, dimana dari total keseluruhan 4 game tidak ada game yang berlangsung lebih dari 30 menit. Permainan kedua tim begitu flat dan rata.

5. Animo Masyarakat yang terlalu besar
The International 4 tahun ini memang tidak dipungkiri sangat ramai diperbincangkan. Valve nampaknya sukses membawa turnamen The International 4 tahun ini menjadi turnamen game paling meriah didunia. Tiket pertandingan di KeyArena saja langsung habis pada hari pertama. Biasanya jika kita terlalu hype akan sesuatu diawalnya pasti akan kecewa pada akhirnya jika sesuatu tidak sesuai harapan. Well, inilah yang terjadi pada grand final Ti4 tahun ini.

6. Banyaknya hero yang sama yang di pick.
Saya sendiri agak bosan melihat hero Razor, Skywrath, Doom, Void, Panda brewmaster hampir tidak pernah absen setiap pertandingan. Dari 100 lebih heroes yang ada apakah mereka semua tidak melihat kekuatan hero lain yang lebih baik? Saya rasa drafting hero yang berbeda-beda bisa membuat pertandingan semakin seru berjalan disamping hero tersebut mempunyai kontribusi tinggi terhadap tim. Seperti contoh Dendi, tahun ini kami tidak melihat dia memakai hero andalannya, Pudge, Templar Assassin maupun Kunka. 
Ooh rindunya akan The International 3 dimana ketegangan pertandingan membuat penonton sampai loncat dari bangkunya.
Bagaimana menurut kalian sendiri? Apakah kalian berpendapat berbeda? Jika sama, setujukah Ti4 tahun ini diulang kembali? *ups.

Baru 2 Jam Dijual, Himax Polymer Octa Core Ludes!

Selum genap 2 tahun berdiri, vendor ponsel bernama Himax berhasil menggebrak Indonesia dengan kesuksesan pemasaran produknya melalui penjualan online di situs www.himax.co.id. Himax kembali melakukan penjualan secara online pada hari Jumat, 18 Juli 2014 mulai pukul 10.00 pagi. Melalui situs www.himax.co.id, 5.000 nomor H-Code (Himax Code) sebagai syarat untuk pembelian Himax Pure III ludes hanya dalam 2 jam.
Baru 2 Jam Dijual, Himax Polymer Octa Core Ludes!
Ini kali ketiga Himax melakukan penjualan secara online dan setiap penjualannya selalu ludes hanya dalam hitungan jam. Berbeda dengan penjualan online sebelumnya, pada penjualan kali ini setiap nomor H-code hanya bisa mendapatkan satu unit Himax Pure III.
Smartphone Himax Polymer dibekali dengan Chipset MediaTek MT 6592 Octa Core 1.7 GHz dan ruang penyimpanan sementara atau RAM 2GB serta memiliki Operating System (OS) Android KitKat 4.4.2 yang membuat ponsel ini jadi menggigit dan berkelas. Layar berukuran 5 inci dengan kaca pelindung Gorila Glass Gen2 TFT, Capacitive Touchscreen 16 juta warna, HD 1280x720 piksel (~ 294dpi) menjadikan tampilan Himax Polymer tetap mewah dan elegant. 
Untuk pengambilan gambar dan berselfie ria, ponsel ini telah difasilitasi dengan kamera utama 13 megapixel dan kamera depan 5 megapixel yang sudah menggunakan sensor sony LED Flash serta autofocus. Himax Polymer juga ditopang dengan baterai berdaya cukup besar, yaitu 2.500 mAh.- Smartphone besutan Himax yang diluncurkan pada awal Juni 2014 ini memang menjadi incaran dan ditunggu–tunggu oleh calon pembeli. Tidak sampai sebulan setelah diluncurkan, Himax Pure III langsung menjadi barang langka karena habis terjual. Menurut Agus Hadsoe, Marketing & Development Manager Himax Indonesia, konsep manajemen marketing Himax memang berbeda dengan vendor lain karena Himax lebih berkonsentrasi pada penjualan di pasar online.
Dari segi promosi pun berbeda. Jika vendor lain masih menggunakan cara konvensional, maka Himax hanya fokus di media digital. Budget promosi konvensional memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga harga ponsel harus dinaikkan untuk dapat menutupi biaya tersebut. Imbasnya, harga ponsel menjadi sangat mahal. 
Agus Hadsoe selaku Marketing & Development Manager Himax Indonesia menjelaskan bahwa walaupun Himax Polymer murah,  bukan berarti smartphone ini murahan. Himax Polymer menggunakan piranti yang sederhana namun tetap berkualitas sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

Wednesday, July 16, 2014

[Ti4] Player-Player Yang Menjadi Sorotan Selama Turnamen The International 4

Turnamen akbar Dota 2, The International 4 saat ini telah sampai pada babak main event. Tepat Pada hari selasa kemarin, phase 3 telah selesai digelar. Tersisa 8 tim  yang akan memperebutkan Aegis the champion serta uang tunai total 10 juta USD! Sejauh ini para team telah menunjukan kekuatan penuh mereka baik yang berhasil maupun yang telah gugur. Prestasi tim juga tentuya tidak lepas dari aksi para playernya yang berani mengambil keputusan ataupun melakukan sesuatu yang berbeda.
[Ti4] Player-Player Yang Menjadi Sorotan Selama Turnamen The International 4
Kami telah mengumpulkan beberapa player yang menjadi sorotan selama turnamen TI4 karena melakukan berbagai aksi nekat, aneh sampai nyeleneh. Siapa saja mereka? Berikut rangkuman dari kami.

S4 (Alliance)
Alliance mungkin tahun ini bermain sangat buruk dan seringkali terjadi miskomunikasi antar personil. Tapi bukan berarti penampilan player-playernya juga buruk. Ini hanya masalah gaya bermain Alliance (Rat) yang sudah bisa ditebak oleh tim lain sehingga mereka dapat mengantisipasinya dengan sangat baik. S4 merupakan player pertama yang menjadi sorotan selama TI4 karena dia berhasil memenangkan Solo championship melawan player profesional dari tim-tim tangguh lainnya seperti Dendi, Arteezy, Ferarri 430, dll,

Mason (Evil Geniusess)
Keputusan manager EG untuk mengganti sementara posisi sang captain Fear dengan Mason adalah langkah yang sangat tepat. Mason bisa dibilang menjadi ujung tombak gemilangnya permainan EG yang bisa sampai ke babak main event Winner Bracket. Berkali-kali Mason sukses menjadi inisiator bagi tim yang akhirnya selalu menenangkan pertarungan besar. Salah satu aksinya sewaktu mengirim pulang Alliance dimana Mason memilih Strom. Berkat aksinya Mason berhasil melumpuhkan gerakan EGM dan Loda yang kala itu sering melakukan aksi backdoor.

Kuroky (Na`Vi)
Kuroky merupakan salah satu player yang mendapat sorotan karena aksi Deathbacknya yang kontroversial. Sewaktu melawan Titan, Kuroky yang mempick hero Skywrath Mage tengah dihadang oleh bayangan dari Naga. Sempat mati oleh naga, akhirnya untuk mengamankan gem Kuroky melakukan Buyback tapi ternyata bayangan naga masih ada di tempat yang sama. Belum ada 5 detik akhirnya Skywrath yang mempunyai HP kecil kembali mati.

Era (Fnatic)
Sang captain akhirnya kembali pada turnamen TI4. Banyak fans Fnatic yang awalnya meragukan Era bisa tampil di Ti4 karena sebelumnya Fnatic mengkonfirmasi bahwa dirinya untuk sementara digantikan oleh player berusia 16 tahun Excalibur. Penampilan Era pada Ti4 memang terbilang cukup gemilang. Dibawah komandonya, Fnatic sempat menjadi tim tidak terkalahkan pada hari pertama babak penyisihan grup. Penampilan gemilangnya saat lawan DK (Era pick Nessaj) membuat DK ketar ketir dan akhirnya bisa memenangkan pertarungan. 
Tetapi disayangkan Fnatic akhirnya tidak lolos be phase 3 setelah dikalahkan oleh Cloud9. Ini bukan masalah permainan, tapi ini adalah siapa yang lebih cerdik memanfaatkan keadaan dan Cloud9 adalah tim nya.

Bulba (Liquid Gaming)
Satu lagi kesalahan kontroversial yang dibuat di TI tahun ini adalah Aegis Denied. Setelah tahun lalu hal tersebut dilakukan oleh KyXy dan membuat tim Orange tersingkir dari turnamen, tahun ini giliran Bulba yang melakukan kesalahan tersebut. Bulba mendenied Aegis setelah ingin menyelesaikan Roshan secepat mungkin sewaktu melawan newbee.

Korok (Navi US)
Navi US mungkin tidak lolos dan telah pulang. Tapi Korok membuktikan dirinya pantas untuk masuk kedalam tim inti Squad Navi ditahun mendatang. Penampilan gemilangnya selama TI4 membuat Navi US sempat mengalahkan beberapa tim besar termasuk IG. Permainannya sewaktu melawan IG (Korok Pick Earthshaker) bisa dibilang sebagai top play. Korok sukses menjadi inisiator tim Navi US dan meratakan pertahanan IG. Tapi sayangnya Navi US meninggalkan Key Arena setelah bermain dengan poin 5-10 jauh lebih buruk dari tim Intinya yang berada di posisi ke 5 dengan torehan poin 8-7

Tuesday, July 15, 2014

Blackberry Akan Bangkrut Tahun 2015?

Tahun ini mungkin Blackberry menjadi tahun milik Blackberry setelah mengeluarkan produk smartphone terbaru mereka Blackberry Jakarta. Tapi ketahanan produk baru mereka ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Diprediksi bahwa Blackberry akan mengalami kebangkrutan ditahun 2015 mendatang dikarenakan produknya yang tidak lagi mempunyai daya tarik kepada konsumen.
Blackberry Akan Bangkrut Tahun 2015?
Analis lembaga 24/7 Wall Street memprediksi Perusahaan asal Kanada ini masuk dalam daftar bertajuk "10 Merek yang Akan Hilang pada 2015".
Dipredksi bahwa tahun 2015 mendatang, akan banyak ponsel pintar baru yang akan datang yang mempunyai model, kecanggihan dan harga yang bersaing. Ditahun yang semakin maju akan perkembangan teknologi smartphone tersebut, masyarakat akan lebih memilih ponsel lain seperti iPHone dan Android ketimbang ponsel Blackberry yang hanya mempunyai fitur "itu-itu" saja.
Dilansir dari CNET, Dalam waktu lima tahun, pangsa pasar BlackBerry merosot tajam dari 19,5 persen menjadi hanya 1 persen di tahun 2013. Penurunan tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan. Untuk mempertahankan bisnisnya, BlackBerry pun memperluas usahanya dengan membuat platform QNX untuk bidang kesehatan dan otomotif. Kini, BlackBerry pun berupanya mempertahankan bisnisnya dengan berinovasi dalam hal rancangan ponselnya lewat BlackBerry Passport. Produk ini memiliki bentuk layar yang tidak biasa, yakni persegi.
Android dan iPhone akan menjadi 2 produk yang akan terus bersaing dan dipilih oleh masyarakat  pada tahun 2015 dari pada produk Blackberry 
Blackberry Passport sendiri kini akan menjadi harapan besar bagi Blackberry untuk menunjang keuangan mereka. Smartphone berlayar 4,5 inci ini rencananya bakal diluncurkan di London pada September mendatang. Jadwal peluncuran tersebut sudah diungkapkan oleh Chief Executive Officer BlackBerry, John Chen, Juni lalu. Sebelumnya, 24/7 Wall Street pernah memprediksi BlackBerry akan bangkrut di tahun 2012. Namun prediksi tersebut ternyata meleset.
Adapun perusahaan lain yang masuk dalam daftar merek yang akan hilang di tahun 2015 antara lain Lululemone, Aeropostale, DirectTV, dan Time Warner Cable.

Monday, July 14, 2014

Sebanyak 80 Persen Aplikasi di App Store Tidak Berguna?

Toko aplikasi Apple, Apple Store, telah memasuki ulang tahun keenam pada Kamis, 10 Juli 2014. Aplikasi di App Store telah diunduh sebanyak 75 miliar dan memberikan keuntungan hingga US$ 15 miliar dari karya mereka. Namun, menurut laporan dari analis perusahaan mobile, Adjust, sekitar 80 persen dari 1,2 juta aplikasi di App Store berakhir sia-sia.
 Sebanyak 80 Persen Aplikasi di App Store Tidak Berguna?
Pada bulan Juni, misalnya, sebanyak 953.387 (80 persen) aplikasi dari 1.197.087 digolongkan dalam "aplikasi zombie". Jumlahnya meningkat bila dibandingkan dengan bulan Desember 2013 lalu, yaitu dari 70 persen.
Dilansir Tempo, jumlah "aplikasi zombie" yang meningkat diperkirakan karena adanya persaingan yang ketat. Apple juga terus menambahkan sekitar 600 ribu aplikasi di App Store setiap bulannya dan membuat aplikasi yang "tidak laku" sulit bertahan. "Garis perbedaan antara aplikasi aktif dan 'aplikasi zombie' bisa mencapai angka 39.171 antara dua atau tiga hari selama berbulan-bulan," demikian pernyataan Adjust dalam laporannya.
Dari data Apple, setidaknya ada 39 ribu aplikasi milik perusahaan yang masuk dalam kategori terpopuler dari toko aplikasi lainnya. Berbagai aplikasi Apple meramaikan daftar 350 aplikasi teratas. Namun sekarang aplikasi Apple hanya ada dalam daftar 150 teratas. 
Laporan lain juga menunjukkan sekitar 21 persen perangkat lunak Apple Store "mati" selama bertahun-tahun. Dari semua kategori, sebanyak 27 persen adalah aplikasi buku, 25 persen hiburan, dan 25 persen utilitas sudah masuk kategori "mati". Kemungkinan aplikasi tersebut akan segera ditarik oleh perusahaan dalam waktu dekat.